Partner IT Desa-Kelurahan dan Kecamatan Kedungwuni

Senin, 02 Oktober 2017

Cara Import Database dari File Excel

Untuk teman-teman operator yang sudah tidak bermasalah dengan database, artinya data yang ada sudah sesuai jumlah RT RW dan sudah diinput nama dusun masing-masing, tidak perlu melakukan import database. Namun untuk teman operator yang masih ada ketidaksesuaian data (jumlah RT RW tidak pas, nama dusun belum diinput), silakan gunakan fitur import database ini.

Pertama-tama, edit database excel yang pernah kami berikan (jika belum punya silakan hubungi tim), cocokkan rt rw masing-masing sesuai kondisi yang ada, input nama dusun, dll pengaturan yang diperlukan, kemudian simpan file.

Untuk menampilkan laman Import Excel di modul Administrasi, klik Database > Import Excel, seperti gambar di bawah ini.
Laman itu menampilkan petunjuk pengisian data penduduk pada file Excel yang akan diimpor. Penjelesan itu juga memberikan tautan file Excel yang berisi urutan kolom pengisian data dan daftar kode yang perlu digunakan. Tautan itu ditunjukkan pada gambar di atas.
File pada tautan itu dapat dipergunakan untuk mengisi data penduduk yang akan diimport. File Excel tersebut berisi fitur untuk menampilkan daftar kode pada waktu mengisi data penduduk, seperti terlihat di gambar berikut.
Setelah mengisi data pada file Excel sesuai dengan contoh format yang sudah ada, selanjutnya klik tombol "Choose File" untuk memilih file Excel yang telah anda siapkan untuk diimport.
Setelah memilih file Excel yang akan diimport, maka akan muncul tampilan gambar seperti di bawah ini:
Apabila data penduduk yang ada dalam database SID ingin dihapus dulu sebelum mengimport yang baru, centang checkbox yang ditunjukkan pada gambar di bawah. Jangan dicentang apabila data yang diimport akan ditambahkan pada data penduduk yang sudah ada.
Klik tombol "Import" untuk mengimport file pilihan anda. Lamanya proses import ini tergantung jumlah data yang diimport, kemampuan perangkat komputer serta kecepatan jaringan internet (apabila instalasi SID ada di server hosting).
Berikut tampilan gambar proses import data setelah anda klik "Import":

Ketentuan Data

File Excel yang dipergunakan untuk mengimpor data penduduk perlu mengikuti ketentuan berikut:
  • Boleh menggunakan tanda ' (petik satu) dalam penggunaan nama,
  • Kolom Nama, Dusun, RW, RT dan NIK harus diisi. Tanda '-' bisa dipakai di mana RW atau RT tidak diketahui atau tidak ada,
  • NIK dan Nomor KK harus didahului dengan tanda ' (petik satu) agar menjadi text pada cell Excel bukan bilangan (yang dibulatkan),
  • NIK harus bilangan dengan 16 angka atau 0 untuk menunjukkan belum ada NIK,
  • Data (Jenis Kelamin, Agama, Pendidikan, Pekerjaan, Status Perkawinan, Status Hubungan dalam Keluarga, Kewarganegaraan, Golongan darah, Jamkesmas, raskin, klasifikasi sosial ekonomi) terwakili dengan Kode Nomor. Misal : laki-laki terwakili dengan nomor 1 dan perempuan dengan nomor 2.
  • Kolom Tanggal Lahir sebaiknya menggunakan format yyyy-mm-dd (misalnya 1978-03-28). Format tanggal juga boleh yyyy/mm/dd (misalnya 1978/03/28), tetapi jika hasilnya salah (misalnya ada tanggal yang menjadi 1 January 1970), sebaiknya ubah dulu formatnya menjadi yyyy-mm-dd.
Rilis OpenSID menyediakan contoh file Excel yang dapat dipergunakan untuk memasukkan data penduduk yang akan diimpor. File ini, di folder assets/import/FormatImportExcel.xls, menyediakan fitur yang memudahkan pemasukkan data.

Perhatian

Bila data yang diimport akan ditambahkan (yaitu data yang ada tidak dihapus dulu), maka ketentuan berikut berlaku:
  • Apabila di database sudah ada penduduk dengan NIK sama, maka data penduduk tersebut akan di-update dengan data yang diimport
  • Pada waktu mengupdate data penduduk yang sudah ada, kolom data (misalnya Nama Ayah) tidak akan diupdate apabila kolom data tersebut kosong di baris file Excel yang sedang diimport. Yaitu, hanya kolom data yang berisi yang akan diupdate.
Sumber : Github
Share:

Mengelola Widget di Website Desa

Laman Widget

Seperti terlihat di gambar di atas, widget adalah tampilan persegi empat di sidebar yang menyediakan fitur-fitur seperti Layanan Mandiri, Arsip Artikel, Lokasi Kantor Desa, dan sebagainya.
Pengelolaan widget dilakukan di laman Widget. Untuk ke laman Widget, klik Admin Web > Widget, seperti terlihat di gambar berikut.
Ada tiga jenis widget:
  1. Sistem, widget yang disediakan sistem. Widget sistem tidak bisa diubah atau dihapus.
  2. Statis, widget yang dibuat pengguna, yang penerapannya mempergunakan script PHP, seperti halnya widget sistem.
  3. Dinamis, widget yang dibuat pengguna, yang penerapannya sebagai script HTML.

Menambah Widget

Untuk menambah widget, klik tombol Tambah Widget Baru, seperti terlihat di gambar berikut.

Widget Dinamis

Untuk menambahkan widget dinamis, pilih jenis widget dinamis dan isi form yang ditampilkan dengan script HTML yang diperlukan. Klik Simpan untuk menyimpan script yang telah diisi itu.
Script HTML widget dinamis disimpan di database SID. Di contoh_data_awal_[tgl].sql yang ada di rilis OpenSID, disediakan contoh widget dinamis. Pelajari widget itu untuk melihat contoh script HTMl untuk menampilkan widget.

Widget Statis

Sebelum menambahkan widget statis di laman Widget, file script PHP yang menampilkan widget itu perlu dibuat dulu. File script file itu perlu disimpan di folder desa/widget.
Setelah file script PHP untuk widget tersebut selesai disusun, masukkan nama file script tersebut ke form isian seperti terlihat di gambar berikut.
Contoh script PHP widget sistem (bentuknya serupa dengan widget statis) dapat dilihat di folder donjo-app/views/widgets.

Aktifkan/Non-aktifkan Widget

Untuk meng-aktifkan atau non-aktifkan suatu widget, klik tombol seperti terlihat di gambar berikut.
Widget yang aktif akan ditampilkan di sidebar website desa.

Mengubah Urutan Penampilan Widget

Widget yang aktif akan ditampilkan di sidebar web dengan urutan seperti tampak di laman Widget. Masing-masing widget bisa dinaikkan atau diturunkan dalam urutan ini dengan menekan tombol seperti terlihat di gambar berikut.

Mengubah Widget

Untuk mengubah isi suatu widget, klik tombol seperti terlihat di gambar berikut.

Mengubah Widget Dinamis

Di form yang ditampilkan, lakukan perubahan yang diinginkan dan klik Simpan untuk menyimpan perubahan tersebut.

Mengubah Widget Statis

Perubahan penampilan widget statis dilakukan di file script PHP untuk widget yang bersangkutan. Widgetnya disimpan di folder desa/widget. Apabila nama file scriptnya berubah, perubahan itu perlu dilakukan juga di form berikut. Klik Simpan untuk menyimpan perubahan tersebut.

Mengubah Widget Sistem

Widget sistem tidak untuk diubah (tidak ada menu ubah untuk widget sistem di Admin Web > Widget).
Perhatikan bahwa semua widget sistem jenis statis, yaitu ada script php-nya. Apabila anda ingin menyesuaikan widget yang disediakan sistem, misalnya widget Komentar, caranya dengan membuat salinannya:
  1. Copy views/widgets/komentar.php ke desa/widgets/komentar.php
  2. Ubah file desa/widgets/komentar.php sesuai kebutuhan
  3. Buat widget statis baru, mengikuti panduan di atas, dengan memasukkan nama file widget 'komentar.php'
  4. Non-aktifkan widget sistem Komentar
  5. Aktifkan widget baru anda dan sesuaikan urutannya menurut kebutuhan

Menghapus Widget

Untuk menghapus suatu widget, klik tombol seperti terlihat di gambar berikut. Di dialog yang ditampilkan, klik Ya untuk konfirmasi widget akan dihapus. Widget sistem tidak bisa dihapus.
Beberapa widget dapat dihapus sekaligus, dengan mencentang widget yang akan dihapus, dan kemudian menekan tombol Hapus, seperti terlihat di gambar berikut. Di dialog yang tampil, klik Ya untuk konfirmasi. Widget sistem tidak akan terhapus.

Mencari Widget

Untuk mencari widget berdasarkan judul dan isinya, masukkan kata yang dicari ke dalam kotak isian seperti terlihat di gambar berikut, dan klik Cari. Widget yang judul atau isinya berisi kata yang dicari akan ditampilkan.

Memilah Widget

Daftar widget bisa dipilah berdasarkan status aktif atau non-aktif. Untuk memilah daftar widget, pilih status yang diinginkan seperti terlihat di gambar berikut. Widget dengan status yang dipilih akan ditampilkan.

Pengaturan Widget

Bagi widget sistem yang dapat diubah settingnya oleh pengguna, kolom Aksi di halaman Widget menampilkan tombol Admin yang bila di-klik akan membuka halaman pengaturan widget yang bersangkutan.
tombol-setting-widget
Sebagai contoh, pada widget Media Sosial, tombol Admin akan membuka halaman pengaturan tautan untuk masing-masing jenis media sosial yang akan tampil di widget Media Sosial.

Sumber : Github
Share:

Membuat Shortcut Aplikasi di Layar Desktop

Ada teman operator Desa Rowocacing yang menanyakan cara membuat ikon aplikasi yang diletakkan di desktop/layar komputer/laptop, agar lebih mudah diakses tanpa perlu membuka browser (mozilla/chrome dll) terlebih dahulu.
Berikut kami berikan cara membuat shortcut/jalan pintas agar bisa lebih cepat dan mudah menjalankan aplikasi, kita bisa melakukannya dengan mudah. Cukup dengan drag and drop alamat situs langsung ke desktop. Untuk lebih jelasnya lihat contoh berikut:

  1. Buka terlebih dahulu halaman website/aplikasi pada browser anda, sebagai contoh buka halaman di www.tosaran.web.id dengan menggunakan Mozilla Firefox. Kecilkan tampilannya sehingga layar desktop terlihat.
  2. Setelah website terbuka, klik dan tahan icon website yang ada di sebelah kiri address bar, lalu bawa ke area desktop laptop / komputer anda
  3. Lepaskan pada lokasi dimana icon shortcut website akan ditempatkan.
  4. Bila di lain kesempatan anda ingin membuka website tersebut, langsung saja klik ganda (double click) icon yang ada di desktop.



Tips Cara Membuat Shortcut Website di Desktop Computer

Untuk membuat shortcut alamat website memang mudah. Akan tetapi bila anda terlalu banyak menaruh shortcut di desktop justru akan dapat membuat anda sendiri menjadi bingung dan juga dapat mengganggu performans /kinerja komputer anda (karena harus melakukan refresh yang lebih banyak). Oleh karena itu sebaiknya jangan terlalu banyak menaruh shortcut pada desktop komputer/laptop.

Share:

Cara Install TeamViewer

Cara Install TeamViewer 12 Di Windows - konten ini saya buat untuk menjawab pertanyaan dari teman" saya apa sih teamviewer itu dan giamna cara install teamviewer .
Lansung aja Masuk Topik ya...:)

Pengertian
Teamviewer adalah software yang bisa digunakan secara gratis untuk penggunaan personal/non-comercial-use.
Teamviewer dapat digunakan untuk mengakses PC secara jarak jauh selama ada jaringan yang menghubungkannya misalnya Internet.



Ada 3 jenis Teamviewer yang tersedia yaitu versi Installer, versi portable dan versi web base.

Apa fungsi Teamviewer ? 
Teamviewer memiliki 4 fungsi utama yaitu :
Remote Support (artinya anda dapat mengakses PC lain secara remote (anda sebagai pengendali) dan dapat melihat layar PC yang sedang anda remote),
Presentation(Ini kebalikan dari remote support, artinya setelah terjadi hubungan antar 2 komputer maka komputer yang melakukan koneksi (awal)
akan menampilkan layar monitornya di PC lain yang di akses),
File Transfer, dan VPN.

Cara Install TeamViewer 12 Di Windows 
1. Open sofware
2. Klik Sofware Teamviewer 12 yang sudah di download tadi.
3. Pada pilihan How do you want to proceed? Pilih Basic installation dan how do you want to use Teamviewer? pilih Personal/ Non-commercial use
 

4. Klick Accept - finish
5. Tunggu proses Selesa.

Sumber ( otakkami.com )
Share:

Mengenal OpenSID, aplikasi Sistem Informasi Desa Berbasis Web

OpenSID (https://github.com/eddieridwan/OpenSID) adalah Sistem Informasi Desa (SID) yang sengaja dibuat supaya terbuka dan dapat dikembangkan bersama-sama oleh komunitas peduli SID.
SID diharapkan dapat membantu pemerintah desa dalam beberapa hal berikut:
  • kantor desa lebih efisien dan efektif
  • pemerintah desa lebih transparan dan akuntabel
  • layanan publik lebih baik
  • warga mendapat akses lebih baik pada informasi desa
OpenSID diharapkan dapat turut membantu agar ke semua 74ribu+ desa di Indonesia dapat menerapkan sistem informasi untuk memajukan desanya.

OpenSID dikembangkan sejak Mei 2016 dari versi SID CRI 3.04 yang diperoleh dari Andi Anwar.
SID CRI terakhir yang telah digabung dengan OpenSID adalah SID 3.10 yang di-share oleh anggota https://www.facebook.com/groups/OpenSID/ pada tanggal 15 Pebruari 2017. OpenSID akan terus menggabung versi baru yang mungkin sewaktu-waktu dirilis oleh CRI.
Untuk melihat perbedaan antara OpenSID dan SID-CRI, silakan klik Tanya-Jawab OpenSID vs SID-CRI.

HAK CIPTA, SYARAT, DAN KETENTUAN

Aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) dibangun dan dikembangkan pada awalnya oleh COMBINE Resource Institution sejak tahun 2009. Pemegang hak cipta aslinya adalah Combine Resource Institution (http://lumbungkomunitas.net/).
Sistem ini dikelola dengan merujuk pada lisensi GNU General Public License Version 3 (http://www.gnu.org/licenses/gpl.html).
Versi di Github ini dikembangkan oleh OpenSID sejak Mei 2016, dan bebas untuk dimanfaatkan dan dikembangkan oleh semua desa.

Pengertian Sistem Informasi Desa

Dalam konteks OpenSID, yang dimaksud dengan Sistem Informasi Desa adalah proses dan aplikasi yang:
  • Berbasis komputer
  • Mengelola informasi kantor desa
  • Mendukung fungsi dan tugas kantor desa, termasuk administrasi kependudukan, perencanaan, pelaporan, pengelolaan asset, pengelolaan anggaran, layanan publik, dsbnya
Dengan pengertian ini, jenis aplikasi yang tercakup dalam "Sistem Informasi Desa" suatu desa bisa saja lebih dari satu: misalnya OpenSID untuk pengelolaan data kependudukan, SISKEUDES untuk mengelola keuangan desa, aplikasi lain untuk mengelola BUMDes, dsbnya.

Peran dan Manfaat SID

Berikut ini dijelaskan secara singkat beberapa manfaat SID menurut pengertian di atas (tidak terbatas pada fitur yang ada di OpenSID saja).
  1. Kantor desa lebih efisien
    Misalnya, dengan memakai OpenSID, kantor desa dapat menyediakan layanan surat keterangan pada warga jauh lebih cepat dibandingkan cara manual. Dengan OpenSID, data penduduk sudah tersimpan dan dapat diisikan secara otomatis pada surat yang bisa dicetak langsung.
  2. Kantor desa lebih efektif
    Sebagai contoh, karena SID menyimpan data penduduk beserta atribut-atributnya, kantor desa dapat dengan mudah memilah data penduduk secara akurat berdasarkan kriteria yang diinginkan, sehingga bisa mentargetkan suatu program pemerintah secara tepat sasaran. Ini berbeda dengan proses serupa tanpa SID, di mana sering dilakukan penentuan sasaran program secara kira-kira dan tidak berbasis data.
  3. Pemerintah desa lebih transparan
    Dengan SID, pemerintah desa dapat mengelola informasi kegiatan desa dalam bentuk yang mudah disajikan kepada warga dan lebih mudah diakses warga. Misalnya, kantor desa dapat memakai SID untuk mengelola informasi perencanaan pengembangan desa dan menampilkan informasi tersebut pada berbagai media, seperti di web desa, papan pengumuman dsbnya.
  4. Pemerintah desa lebih akuntabel
    Dengan adanya informasi perencanaan, kegiatan pembangunan, penggunaan dana desa dsbnya di dalam SID yang mudah diakses warga, pemerintah desa akan dituntut untuk lebih akuntabel. Kantor desa akan mempunyai kesempatan untuk secara lebih mudah membuat laporan pertanggung-jawaban kegiatan, penggunaan dana desa dsbnya.
  5. Layanan publik lebih baik
    Seperti disebut di atas, dengan SID kantor desa akan lebih efisien dan lebih efektif dalam melakukan fungsi dan tugas mereka. Karena salah satu tugas utama kantor desa adalah memberi layanan publik, fungsi ini pun akan lebih baik. Contoh sederhana yang diberikan di atas, warga akan bisa memperoleh surat keterangan yang mereka butuhkan secara lebih cepat dan dengan data yang lebih akurat.
  6. Warga mendapat akses lebih baik pada informasi desa
    Dengan SID, informasi kependudukan, perencanaan, asset, anggaran dsbnya akan terrekam secara elektronik. Semua informasi tersebut mempunyai potensi untuk lebih mudah diakses oleh warga. Kantor desa mempunyai kesempatan untuk menyediakan fasilitas bagi warga untuk mengakses informasi desa dengan mudah, misalnya dengan menerbitkan informasi desa di web desa. Karena tahu data itu ada, warga juga mempunyai kesempatan untuk menuntut kantor desa untuk menyediakan akses pada informasi yang mereka butuhkan.
  7. Warga dapat berpartisipasi lebih aktif dalam pembangunan desa
    Ketersediaan data dan informasi desa yang mudah diakses akan meningkatkan potensi warga untuk berpartisipasi dalam pembangunan desa. Warga akan tahu kegiatan apa yang sedang berjalan dan apa yang direncanakan, sehingga dapat ikut mengawal kegiatan tersebut ataupun memberi usul, saran dan masukan lain terkait pembangunan desa. Lebih dari itu, SID juga mempunyai potensi untuk menyediakan media elektronik untuk menggalang partisipasi warga, seperti forum diskusi atau formulir komentar/usulan elektronik.

Sumber:  (github)
Share:

Pawartos IT Consutant

Pawartos IT Consultant merupakan Konsultan IT independen partner Desa / Kelurahan di Kecamatan Kedungwuni. Pawartos IT Consultant merupakan divisi IT dari Yayasan Luru Pawartos yang merupakan lembaga nirlaba yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat pedesaan dalam bidang Teknologi Informasi.

Saat ini, PIT Consultant diberdayakan oleh pemerintah kecamatan kedungwuni untuk membantu pemerintah desa/kelurahan memanfaatkan teknologi informasi guna mempercepat pelayanan publik di wilayah masing-masing.
Share: